Nyam…enaknya daging ayam kampung. Hidangan dari olahan daging ayam kampung seakan menjadi primadona penikmat kuliner. Selain rasanya yang lebih nikmat dibandingkan aya pedaging, ayam ini juga mempunyai asupan protein yang tinggi dan rendah lemak. Permintaan akan daging ayam kampung diberbagai daerah kian melonjak sehingga ini akan menjadi peluang usaha yang amat potensial.Cara budidaya yang bisa mendongkrak produktifitas perlu dilakukan, untuk mencapai ukuran konsumsi 700 gram hanya butuh waktu sekitar 50 – 60 hari yang dulunya bisa mencapai 90 hari. Masa panen yang singkat akan menaikkan keuntungan bagi peternak. Untuk menghasilkan ukuran konsumsi hanya dibutuhkan waktu 50 hari untuk yang jantan dan 60 hari untuk betina karena betina lebih lambat pertumbuhannya di banding yang jantan.
Analisa Ekonomi
Spesifikasi
• Jenis : ayam kampung pedaging
• Luas kandang : 100 m²
• Populasi : 500 ekor
• Masa panen : 60 hari
• Bobot panen : 700 g
• Tingkat kematian 5 %
Investasi
Sewa kandang 1 tahun untuk 4 periode Rp 1.000.000,00
Pemanas Rp 500.000,00
Peralatan makan dan minum Rp 500.000,00
Terpal Rp 350.000,00
Jumlah Rp 2.850.000,00
Biaya operasional
DOC 500 ekor @ 5.000 Rp 2.500.000,00
Pakan prestarter 70 kg @Rp 4.650 Rp 325.500,00
Pakan starter 750 kg @Rp 4.500 Rp 3.375.000,00
Obat dan vitamin Rp 75.000,00
Vaksin Rp 50.000,00
Listrik Rp 50.000,00
Penyusutan sewa kandang Rp 250.000,00
Penyusutan pemanas Rp 75.000,00
Pemyusutan peralatan makan dan minum Rp 31.250,00
Penusutan terpal Rp 17.500,00
Tenaga kerja per ekor @ 250 Rp 175.000,00
Total biaya Rp 6.924.250,00
Omzet
475 ekor x Rp 24.000,00 = Rp11.400.000,00
Laba
Rp 11.400.000 – Rp 6.924.250 = Rp 4.475.750,00
Referensi : bisnisukm.com
